Marini Zumarnis: Kepopuleran Bonus Jaring Suara

JAKARTA, RABU - Kepopuleran sebagai artis, bagi sebagian selebritas Tanah Air, yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg), jelas membawa keuntungan tersendiri. Dari kepopulerannya itu, diharapkan dapat meraih banyak suara pada proses pemilu tahun mendatang.  Bintang sinetron dan iklan Marini Zumarnis, mengamini hal itu.



Menurut caleg dari PAN daerah pilihan Jawa Barat 5, Bogor tersebut, status pesohor yang melekat pada dirinya adalah bonus untuk menjaring suara pada pemilu mendatang. "Kalau artis itu kita dapat bonus dari Allah sebagai publik figur untuk berkampanye," katanya saat ditemui di kawasan Graha Niaga, Jakarta Selatan, baru-baru ini.



Dengan statusnya tersebut, Marini mengaku lebih dimudahkan untuk melakukan kampanye. "Respon masyarakat sangat antusias. Itulah kelebihan seorang artis sehingga mendapatkan sedikit kemudahan untuk berkampanye," ujarnya.


 


Kalaupun ada sebagian masyarakat yang menganggap para caleg dari kalangan selebritas lebih mengandalkan ketenaran, Marini menganggap hal itu adalah sesuatu yang wajar.  "Sebetulnya itu hanya asumsi masyarakat tapi kita harus benar-benar tanggung jawab. Kalau artis itu hanya sebuah profesi, tapi  kalau jadi caleg itu, harus berawal dari niat yang berhati baik dan antikorupsi," paparnya.



Sejauh ini, Marini mengaku sudah mulai menyiapkan ancang-ancang untuk meraih suaranya di ajang pemilu nanti. Sejak beberapa pekan ini, ia getol  melakukan kampanye di sejumlah wilayah. Dalam sepekan, katanya, ia bisa melakukan tiga hingga empat kampanye, "karena saya harus memperebutkan sepuluh kursi," ungkap Marini.



Meski begitu, ia mengaku senang menjalani kampanye. "Yang berkesan kita bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. Di lokasi syuting saya memang artis, tapi di luar saya ibu rumah tangga biasa," ujar marini yang mengaku kerap diberi oleh-oleh sehabis kampanye, seperti singkong hingga tape. (FIAN/EH)



EH,FIAN
A A A
Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Arief Dharmawan @ Kamis, 17 Januari 2008 | 16:39 WIB
"duh........ Gusti urep kok anggel tenan" ( aduh.... Tuhan hidup kok susah sekali ). keadaan sebagai mana artikel di atas memang cermin permasalahan kehidupan bangsa kita. Siapa yg salah ?. Sudah jadi lingkaran setan tanpa ujung.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
© 2008 — Indonesia Memilih