
JAKARTA, JUMAT - Calon presiden usungan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menyatakan iklan politik di berbagai jenis media massa hanya lah salah satu sarana penting dalam berdemokrasi, terutama untuk menyampaikan pesan politik terhadap masyarakat luas.
Namun begitu, pesan politik tidak lantas berhenti begitu saja dan harus diikuti dengan aksi turun ke jalan, menemui masyarakat sebagai calon pemberi suara (konstituen) dalam proses pemilihan umum mendatang.
Hal itu disampaikan Prabowo, Jumat (21/11), usai menemui mantan petinggi Fretilin, Kolonel Lere Anan Timur, beserta Menteri Muda Pertahanan Timor Leste, Julio Thomas Pinto, di Hotel Borobudur, Jakarta.
"Saya kira aksi turun ke bawah tetap penting karena iklan cuma salah satu sarana. Gunanya supaya pesan kita bisa sampai. Akan tetapi sosialisasi keliling ke berbagai daerah, bertemu sejumlah kalangan masyarakat seperti petani, akademisi, seniman, semua itu juga penting dilakukan," ujar Prabowo.
Bahkan tambah dia, dalam satu hari dia bisa menghadiri lebih dari tiga acara, tidak hanya di satu daerah melainkan berkeliling kawasan Nusantara. Hal serupa menurutnya, juga dilakukan sejumlah tokoh Partai Gerindra, seperti mengikuti berbagai diskusi atau seminar.
Lebih lanjut terkait dana kampanye, Prabowo menilai hal itu merupakan wujud konsekuensi dalam berdemokrasi, yang harus dilakukan jika seseorang atau pihak tertentu menyatakan dukungan terhadap calon tertentu dalam pemilihan umum mendatang.
"Kami tentunya akan mengikuti aturan yang ada terkait dana kampanye. Tapi tentunya, para pendukung partai harus berkorban menyisihkan sebagian uang untuk mendukung partai atau calon yang dia sukai. Kalau Partai Gerindra, prinsipnya asal sumbangan tidak mengikat, jelas, dan dananya bukan dari dunia hitam," ujar Prabowo.