Komunikasi Politik Parpol dengan Masyarakat L emah

YOGYAKARTA, JUMAT- Partai-partai politik dinilai masih lemah dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat dan elemen yang lain, sehingga tidak efektif menjalankan perannya. Persoalan di internal parpol dianggap menjadi kendala utama.

Demikian antara lain hasil diskusi bertema Memperbaiki Kualitas Relasi Partai Politik, Anggota Dewan, dan Konstituen, Jumat (21/11), di Yogyakarta.

Saat menyampaikan hasil diskusi, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Yogyakarta Gunawan Hartono menyatakan, sejumlah keterbatasan yang dihadapi parpol dalam membangun komunikasi politik sebagian besar berasal dari internal parpol. Faktor itu di antaranya, sumber daya manusia parpol masih minim dan tidak profesional.

Ini meliputi aspek manajemen, program, dan kegiatan. Kondisi ini umum dialami parpol besar maupun kecil. Tidak banyak parpol yang sukses dalam rekrutmen dan kaderisasi sehingga tidak mampu menghasilkan SDM handal.

Lemahnya kualitas SDM mengakibatkan, kader tidak bisa menterjemahkan pilihan ideologi parpol dan posisi parpol tehadap suatu masalah yang sedang dihadapi. Kondisi ini menjadikan relasi dan komunikasi parpol sebagai institusi penyalur aspir asi masyarakat dengan masyarakat yang diwakilinya tidak berjalan semestinya.

Diungkapkan Gunawan, parpol-parpol yang ada saat ini belum layak disebut partai tetapi lebih seperti gerombolan. Ini karena parpol tidak dibangun dari organisasi masa.

Erwin Razak, Koordinator pendidikan, pergerakan Indonesia menuturkan, dari sisi masyarakat, relasi yang buruk terjadi karena ketidakpercayaan pada parpol, termasuk kepada anggota legislatif. Ini karena parpol masih mengembangkan kebiasaan oligarkhi, nepotisme, politik uang, dan terjebak konflik internal. Misalnya, rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) cenderung tidak transparan, parpol juga cenderung asal memasang caleg untuk memenuhi kuota perempuan, dan parpol gagal mengontrol anggotanya.

Masyarakat kurang memperoleh pendidikan politik yang memadai. Masyarakat juga memperoleh pembelajaran yang buruk dari pengalaman politik selama ini, ucapnya.


RWN
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
© 2008 — Indonesia Memilih