
JAKARTA, RABU--Pengamat politik Anis Basweda mengkritik gaya politik menjelang Pemilu 2009. Ia melihat, gejala yang muncul saat ini, partai politik terjebak dengan gaya berpolitik 2-3 menit, alias hanya melalui iklan-iklan di media massa.
Menurutnya, yang terpenting adalah melakukan usaha konkret yang menyentuh masyarakat. Selain itu, event-event politik yang dilakukan partai, hendaknya ikuti dengan pertanyaan, "what next?". "Advertensi memang penting. Tapi yang tak kalah penting adalah usaha konkretnya, agar kita tidak terjebak dengan gejala yang muncul saat ini, gejala berpolitik 2-3 menit," kata Anis dalam dialog antarkeluarga pahlawan di Jakarta, Rabu (19/11).
Ia juga memberikan kritikan atas iklan yang mengajak anak bangsa untuk melihat ke belakang, tanpa mengajak untuk melihat ke depan. "Selain tengok ke belakang, kita lihat juga ke depan. Bagaimana relevansinya, tidak hanya untuk sekarang, tapi ke depan. Beriklanlah untuk Indonesia tahun 2028, jangan hanya indonesia 1945. Para pemimpin terdahulu berhasil karena mereka berhasil memberikan mimpi masa depan, yang menjadi mimpi kolektif bersama," ujar Rektor Universitas Paramadina ini.
Namun, ia memahami bahwa situasi politik menjelang pemilu, membuat partai politik menggunakan segala cara untuk merebut suara. Catatan darinya, partai tak boleh inkonsisten antara usaha dan langkah konkret yang dilakukannya.