JAKARTA,KAMIS - Dalam pengarahannya sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar di depan ratusan pimpinan partai Golkar di JCC, Sabtu (18/10), Agung Laksono mencatat perkembangan identitas sejumlah partai yang tergolong besar menjelang Pemilu 2009. Sebagian besar dari partai besar itu, identitasnya makin melemah.
Agung mencontohkan PAN yang menurutnya mengalami krisis identitas antara partai Muhammadiyah atau sekuler dan mendapat ancaman dari Partai Matahari Bangsa. Apalagi dengan slogannya, 'Hidup adalah perbuatan'. "Tidak tahu perbuatan positif atau negatif," ujar Agung.
Contoh lainnya adalah PPP yang mengalami krisis kepemimpinan, karena tidak memiliki tokoh sentral. Selain itu, PKB juga sedang menghadapi ancaman dari PKNU dan mengalami konflik internal mengenai siapa pemimpinnya. "Mana yang bener, rakyat kan ga peduli. Rakyat perlu makan," ujar Agung.
Agung juga mencatat, dua partai kuda hitam lainnya yang ternyata sangat tergantung pada figur sentral ketua umumnya, yaitu Hanura dan Gerindra.
Partai Demokrat, kata Agung juga berada dalam upaya membentuk identitas menjadi partai nasionalis dan religius, tetapi citra Demokrat sebagai Partai SBY masih melekat kuat di masyarakat. "Citranya juga sangat tergantung kinerja SBY dan pemerintah," tandas Agung.